Sekripsi, oh Skripsi..
..perjalananmu diam-diam didalam fikiranku, membuat akumulasi kegalauan dalam
kedalaman diri ini..
My mind..
Berbicara tentang mata
kuliah, dosen, kurikulum, fasilitas kampus, aturan mahasiswa, sistem seolah
hanya menjadi kewenangan para Teknokrat Kampus. Mahasiswa tidak mempunyai andil
disana!
What the mean?
Mungkin, tugas Mahasiswa hari
ini adalah memaksimalkan potensi: guna
memaksimalkan pelayanan yang disediakan oleh para teknokrat tersebut.
Cukup itu? Memaksimalkan potensi! tidak lebih!?
Apakah hal ini berarti
bahwa: yang berperan sebagai subjek adalah para Teknokrat Kampus. Objeknya
adalah Mahasiswa.
(?)
Kalau begitu adanya, apa
guna UKM, untuk apa ada HMPS, BEMF!?
Apakah semua itu bagaian
dari fasilitas yang disediakan oleh kampus, Teknokrat, sebagai media
aktualisasi para Mahasiswa!?
Media aspirasi? Menuntut
kewenangan yang lebih, bgi Mahasiswa…!?
Sampai hari ini, saya tidak
melihat itu, media penyalur aspirasi mahasiswa! Kecuali dirimu: tulisan-ku.
Beberapa tahun terakhir ini
saya sering melihat para Mahasiswa turun kejalan, menyuarakan aspirasi mereka.
Bentuk penolakan terhadap akan diterapkannya BHP di kampus, yang akan
dilegalitaskan melalui UU.
HAPUSKAN BHP…!!
TOLAK LIBERALISASI KAMPUS!
…itu yang saya ingat.
Selebihnya, saya tidak faham. Apa itu BHP, kenapa di Tolak kawan-kawan
mahasiswa, sampai sedemikian rupa.
Namun, sampai hari ini,
ketika kehadiranmu diam-diam dlam fikiranku, membuat krangka berfikir ini
menelaah dalam-dalam.. Kenapa tidak ada
suara penolakan satu pun terkait BLU. Padahal baik BHP maupun BLU
dua-duanya sama saja: seputar-sekitar
liberalisasi kampus. Perbedaannya, BHP berkaitan dengan Badan Hukum. Kalau
BLU berkaitan dengan sistem.
Hmm,
Kenapa bisa demikian?
Secara empiris, entah disengaja ataupun tidak, metode kehadiran
BHP itu dengan menggunakan gerakan top-down.
Sehingga aromanya tercium seantero nusantara. Namun, kehadiran BLU itu batten-up, BLU hadir secara softing ditiap-tiap kampus dengan
menawarkan berbagai kebaikan, tawaran-tawaran yang menguntungkan. Biasanya
berupa: dana bantuan oprasional, ataupun
yang paling efektif beasiswa bagi para calon mahasiswa. Dalam rangka
perbaikan citra BLU di kampus terkit! Dan ini berlangsung secara sistematis dan
radikal. Tanpa kita sadari bersama: ia
ada..
OMG..
Sejatinya, dalam ajaran
Islam itu kan jelas, bahwa Ujian itu
tidak hanya berupa hal-hal yang tidak kita sukai: musibah, tetapi hal-hal yang kita sukai pun, itu merupakan ujian
dari-Nya: nikmat.
Hmm,
Secara umum, baik BHP maupun
BLU, berimplikasi pada liberalisasi kampus di seluruh Indonesia. Segala hal
yang berkaitan dengan ke-kampus-an menjadi tanggungjawab para teknokrat kampus
secara umum, dan minimnya campur-tangan Negara disana.
Konkretnya, mahasiswa
membayar uang kuliah, belajar disana, melakukan penelitian dan para teknokrat
kampus melayani mahasiswa dengan segala fasilitas-fasilitas pendidikan yang ada
di kampus tersebut. Baik berafeliasi ataupun tidak, itu menjadi kewenangan
kampus..
Pertanyaan kemudian,
bagaimana dengan kampus-kampus yang fasilitas pendidiknnya belum mapan. Masih minimalis,
atau sedang dalam pengembangan!?
BHP/BLU tidak mempersoalkan
itu. Berkaitan dengan pendanaan, itu semua menjadi otoritas para teknokrat
kampus. Dalam hal ini, kampus bisa memaksimalkan sumbangan dari perusahaan atau
lembaga lain (dengan krangka hubungan timbale balik, tentunya), pembayaran uang kuliah mahasiswa (cepat atau lambat: meroket!) dan terakhir mengembangkan
penelitian kampus, sehingga memiliki nilai lebih.
BHP/BLU merupakan sistem
yang diadopsi dari kampus-kampus mapan yang ada diluar negeri. Tentunya, dengan
pendanaan yang kuat, memiliki sistem mengakar, fasilitas yang luar biasa dan
yang paling penting, hasil penelitian mereka bisa bersaing di pasar-pasar industry/iptek.
Sehingga liberalisasi kampu, no problem! Bersaing,
its ok..
Namun, jika sistem tersebut
diadopsi pada kampus-kampus yang ada di Indonesia… (?)
Maybe..
Biaya kuliah menjadi mahal,
sulit dijangkau oleh generasi bangsa secara umum..
Kampus menjadi tempat
produksi serjana-serjana bangsa yang siap kerja, siap menjadi buruh-buruh
kantor, atau mungkin masuk dalam daftar indeks: serjana-serjana muda menganggur..
Mahasiswa dipropaganda untuk
percepatan pelaksanakan atau menelurkan sebuah penelitian: Skripsi dan yang sejenis dengannya..
Hmm,
Skripsi, oh
Skripsi..
..aku meyakini, engkau
beserta para pemujamu bukanlah Kambing-Hitam,
atas semua..
Salam senyum: mentap masa depan..
@giladisem :)