Jika 'empat' merupakan simbol dari kesempurnaan, maka bersyukurlah dengan 'ketidaksempurnaan'. Itu merupakan cerminan kehidupan: yang tidak-pernah-sempurna.
Pause
Hei: tiga koma sembilan.
'ku syukuriketidaksempurnaanmu!
tak da yang sempurna dalam hidup ini. namun setiap kita pasty berharap kesempurnaan dan maafkan saya yang tidak pernah bisa menjadi sempurna dimata seorang Gilad,,,,,, yah kita berbeda dan mu lebih sempurna dari saya,,,,,selamat untuk kesempurnaan yang tidak saya miliki terimakasih kesempurnaan mu akan menjadi pelajaran beraty untuk saya... :)
Semua berdinding, kecuali imaji. Tak ada sekat, tak ada rekat. Menikmati harumnya imaji sama nikmatnya dengan menikmati dalam-dalam karya Michelangelo atau Leonardo da Vinci. Serba Indah Penuh makna. --Gilad Gibran,
Na-Pen Fuji Abdurrahman: maha-Siswa Ilmu Hukum UIN Djakarta angkatan dua-ribu-sembilan. Bercita-cita(kan) menjadi "pemikir" (filsafat) hukum se-kelas Yusril Ihza Mahendra serta "penulis" se-lugas Emha Ainun Nadjib/Pramoedya Ananta Toer dan se-berani Gilad Atzmon [penulis buku tentang pergerakan konspirasi "ideologi" Yahudi].
tak da yang sempurna dalam hidup ini. namun setiap kita pasty berharap kesempurnaan dan maafkan saya yang tidak pernah bisa menjadi sempurna dimata seorang Gilad,,,,,, yah kita berbeda dan mu lebih sempurna dari saya,,,,,selamat untuk kesempurnaan yang tidak saya miliki terimakasih kesempurnaan mu akan menjadi pelajaran beraty untuk saya... :)
selamat menyempurnakan ketidaksempurnaan hidup..