Senin, 02 Januari 2012

Tri Software

,

Tulisan ini hanya sebatas tulisan biasa yang ditulis oleh seorang manusia biasa. Manusia bisa yang sebagaimana kebanyakan manusia yang lainnya. Sangat dekat dengan ketidaksempurnaan di tengah lautan maha sempurnanya Tuhan. Ditulis menggunakan huruf Garamond biasa, yang tertera di daftar font. Keyboard yang biasa. Netbook biasa (yang kalau di banting Insya Allah akan rusak secara otomatis). Oleh karena itu, tulisan ini memang (benar-benar) biasa. Biasa sebagaimana adanya.
Tepatnya ketika akhir tahun 2010 DPD IMM DKI Jakarta mengadakan kegiatn Kordinasi Cabang (Korcab) di Auditorium UMJ yang dihadiri oleh PC-PC IMM Se-DKI Jakarta serta delegasi dari Pimpinan Cabang Bekasi, Jawa Barat. Pertemuan tersebut diadakan selama dua hari satu malam full (non stop).  
Waktu itu saya masih sebagai Ketua Bidang (Kadid) Pengkaderan (yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Kabid. Kader) Pimpinan Komisariat Syariah dan Hukum IMMCabang Ciputat (Periode 2010-2011). Immawan Muhammad Immawan al Amiry perwakilan dari Pimpinan Komisariat Tarbiyah dan Keguruan. Immawati Nur Uchti Alfath dari Pimpinan Komisariat Adab dan Humaniora. Ila Nugraha perwakilan dari IMM Cabang Cireundeu (aktifis se-Himalaya Jakarta). Pimpinan Cabang dari Ciputat  dihadiri oleh Kanda Welly Catur Satioso sebagai Kabid. Pengkaderan beserta Sekbid-nya Ka Nuy (Nur Sakinah Nasution), Ka Sarah (Tsauroh Arrisalati) sebagai Kabid. Immawati serta menyusul kemudian Kanda Muhammad Iqbal selaku Ketua Umum PC IMM Ciputat (Periode 2009-2010). Selaku penyelenggara kegiatan, Dewan Pimpinan Daerah IMM DKI Jakarta; Kanda Ristan Alfino sebagai Ketua Umum, Kanda Cecep Suyudi Maulani sebagai Kabid. Organisasi, Kanda Edi Setiawan, Kanda Amir Fiqi, Kanda (Om) Toto Tohari serta yang (jajaran pengurus) lainnya. Serta pemandu diskusi dalam hal Perkaderan (SPI), Kanda Muhammad Abdul Halim Sani (Pengarang Buku Manifesto Gerakan Intelektual Profetik). Serta masih banyak lagi immawan, immawati serta kakanda yang hadir pada kesempatan Korcab tersebut yang tak sepat saya mengingatnya (atau tidak pernah ingat) atau bahkan terlupakan dan (mungkin) dilupakan nama-namanya. Mohon maklum!
Fokus utama kegiatan dari Kordinasi Cabang (Korcab) ini adalah “pemantapan” dalam hal organisasi serta perkaderan ikatan di masing-masing Pimpinan Cabang. Korcab juga diadakan sebagai Monitoring bagi DPD IMM DKI Jakarta terhadap grafik perkembangan Pimpinan Cabang-Pimpinan Cabang se-DKI Jakarta (Plus PC IMM Bekasi), serta sebagai wahana silaturahmi antar Pimpinan Cabang. Dan Litle sharing pun dari masing-masing Pimpinan Cabang menjadi fenomena alamiah yang tak terhindarkan pada kesempatan Korcab kali itu. Pause!

Berbicara tentang organisasi pada tubuh IMM yang notabene sebagai Organisasi Kader serta Organisasi Struktural yang mempunyai jaringan bersekala nasional, maka Pedoman Organisasi menjadi suatu keniscayaan dan (mungkin) menjadi rujukan utama dalam menjalankan mekanisme organisasi secara administratif. Dan yang paling penting, Pedoman Administrasi[1] ini menjadi buku wajibnya IMM se-Indonesia dalam menjalankan Tartib Organisasi (sebelum ada revisi terhadap ketentuan serta isinya). Di dalam buku Pedoman Administrasi cukup lengkap, karena (memang) terdapat delapan BAB dengan enam ketentuan utama/pokok (karena BAB pertama dan terakhir [pastinya] berisikan tentang Pendahuluan dan Penutup dari Pedoman tersebut). Enam ketentuan pokok lainnya; Administrasi Kesekretariatan, Administrasi Kearsipan, Administrasi Keuangan, Administrasi Keanggotaan, serta Atribut Organisasi.
Berkaitan dengan Perkaderan, maka Sistem Perkaderan Ikatan yang lebih populer dengan sebutan SPI ini menjadi rujukan utama dalam hal mengusahakan terbentuknya Profile kader yang diharap(kan) oleh ikatan, oleh IMM. Yakni berporos pada sosok kader yang mempuni dalam hal intelektualitas, humanitas dan religiusitas, yang kemudian disebut sebagi Tri Kompetensi Dasar Ikatan. Berkaitan dengan SPI tak banyak yang bisa saya jelaskan. Karena SPI berbeda dengan Pedoman Administrasi, SPI itu ibarat “resep rahasia” guna membentuk profile kader diharap(kan) oleh IMM dan Perkaderan merupakan proses “memasaknya”, proses pembentukkannya. Oleh karena itu, dalam hal ini, SPI tidak menjadi konsumsi khalayak umum (namanya juga “rahasia”). Cukup Rumah Tangga (intern) IMM yang mengetahuinya secara mendetailnya. Pause!

Ada sedikit pertanyaan yang cukup kuat, setidaknya itu yang menjadi kegundahan hati terhadap apa yang saya dapat(i) dalam Sistem Perkaderan Ikatan (SPI). Dan itu juga yang menjadi salah satu sebab terlahirnya tulisan ini. Dan juga menjadi salah satu “pemicu” diadakannya kegitan Bedah Buku Manifesto Gerakan Intelektual Profetik, di Aula Fastabiqul Khairat pada Jumat sore, tertanggal 03 Juni 2011 dengan menghadirkan narasumber Kanda Sani (Penulis), Kanda Ristan Alfino (DPD IMM DKI Jakarta), Kanda Malik (DPP IMM) serta Kanda Nafi’ (aktifis IMM Jawa Timur). Karena (memang), berkaitan dengan  tiga istilah yang menjadi pokok perjalanan IMM dari A sampai Z (minal awal ila akhir). Namun seolah “terlupakan” dalam pergerakannya!
“Perkaderan ikatan merupakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh kader dalam kehidupan, baik bersama ikatan ataupun ketika sudah berada di luar struktur ikatan. Sistem perkaderan ikatan secara filosofis merupakan penerjemahan perkaderan yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. Hal tersebut dapat dilihat nama perkaderan yakni Darul Arqam. Darul Arqam dalam sejarahnya merupakan nama tempat sahabat nabi yakni Arqam Ibn Abil Arqam. Perkaderan tersebut, melahirkan generasi awal Islam seperti, Abu Bakar, Ali Ibnu Thalib, Siti Khotijah dan yang lain. Filosofis perkaderan yang dilakukan oleh Rasul, yakni penanaman nilai-nilai Islam secara kaffah, mengubah kesadaran sehingga timbul kesadaran al syaksiyah faal fadli (hablum minallah dan hablum ninanas). Proses tersebut merupakan kristalisasi kader, sedangkan kaderisasi dengan melaksanakan proses tujuan imm sehingga terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia untuk mencapai tujuan Muhammadiyah yang tertuang dalam kaderisasi yang dilakukan oleh ikatan. Selanjutnya konsolidasi yang dilakukan oleh ikatan dengan proses penggunaan identitas simbolik dengan memahami makna symbolnya, sedangkan identitas subtansi merupakan kerangkan pikir anggota ikatan. Dalam melakukan konsolidasi ikatan terdapat proses individuasi kader yang mampu melahirkan kolektifitas gerakan, atapun sebaliknya, kolektifitas ikatan mampu melaukan individuasi.”[2]

Adakah yang bisa membantu saya! Apa maksud dari semua ini? Apa maksud dari trem Kristalisasi, Kaderisasi dan Konsolidasi? Apa istilah yang cocok bagi tiga istilah di atas yang belum tergabung dalam satu wadah! Pentingkah ini (kita bahas)? (sangat) PENTING setidaknya bagi saya. Karena (memang) tiga istilah ini menjadi pokok perjalanan (disiplin) suatu Organisasi Kader yang bersekala Nasional. Namun seolah (sedikit) “terlupakan”. Oleh karena itu, (setidaknya bagi saya) penting untuk sekedar merumuskan “wadah” bagi tiga istilah tersebut.
Tri Kompetensi Dasar Ikatan sudah ada, yakni intelektualitas, religiusitas dan humanitas. Trilogi Ikatan; kemahasiswaan, keagamaan dan kemasyarakatan. Namun untuk trem Kristalisasi, Kaderisasi dan Konsolidasi, kira-kira apa ya? (yang cocok!) Apa mungkin TRIO “K” (Trio Ka—red), karena dari ketiga istilah itu konsonan fokal (dasar) huruf pertamanya berawal(an) huruf “K”. Atau mungkin “Tri Software”. Karena saya berasumsi bahwa trem Kristalisasi, Kaderisasi dan Konsolidasi merupakan Software yang cukup urgent dalam menjalani perjalanan pergerakan suatu organisasi (Ikatan). Dan Hardware-nya adalah DAD, DAM, DAP, LID, LIM, LIP Seminar, Talk Show, Demonstrasi dan lain sebagainya.
Ach, tapi itu hanya sebatas “asumsi” saja, tak lebih. Asumsi yang lahir dari seorang manusia bisa. Manusia bisa yang sebagaimana kebanyakan manusia yang lainnya. Sangat dekat dengan ketidaksempurnaan di tengah lautan maha sempurnanya Tuhan.
Jadi, tak perlu ada yang dihiraukan dari tulisan ini, ya sudahlah...[]


[1] Tak kenal maka tak sayang! (maksud...!!) Pedoman Administrasi itu mengunakan 22 page, berkertas A4 (21 cm x 29.7 cm) dengan ukuran top 2.5 cm botton 2.5 cm right 2 cm left 1 cm. Dengan menggunakan font Arial berukuran 11 (besarnya) dan berspasi 1 (spasi) serta secara keseluruhan menggunakan 5.456 word.
[2] Sistem Perkaderan Ikatan.

0 komentar to “Tri Software”

Posting Komentar

 

Gilad Gibran Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger Templates